Floating

Share

Get This

Minggu, 17 Juni 2012

Kategori pada Kabel UTP



Lama tidak update blog, bikin saya lupa bagaimana ngepost sebuah artikel  hmm saya dapat tugas lagi nih buat pembelajaran, yaitu mencari tau perbedaan antara category pada kabel UTP
So……..    Yuk kita belajar sama-sama J
Kabel UTP sebetulnya ada beberapa kategori yaitu dari kategori 1 – 7 yang sering digunakan untuk LAN biasanya kategori 5 atau sering disebut cat-5. Berikut ini kegunaan
dari kabel kategori 1 – 7 .
  • Kategori 1 : merupakan kabel UTP dengan kualitas transmisi terendah, yang didesain
untuk mendukung koneksi atau komunikasi suara analog saja. Kabel Cat1 digunakansebelum tahun 1983 untuk menghubungkan telefon analog Plain Old Telephon Service (POTS) dan ISDN. Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat1 membuatnya kurang sesuai untuk digunakan sebagai kabel untuk mentransmisikan data digital didalam jaringan komputer, dan karena itulah tidak pernah digunakan untuk tujuantersebut.
  • Kategori 2 : adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik
dibandingkan dengan kabel UTP Category 1 (Cat1), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara digital. Kabel ini dapat mentransmisikan data hingga 4 megabit per detik (4Mbps). Seringnya, kabel ini digunakan untuk menghubungkan node-node dalam jaringan dengan teknologi Token Ring network dan protocol localtalk (Apple) dari IBM. Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat2 kurang cocok jika digunakan sebagai kabel jaringan masa kini.
  • Kategori 3 : adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang didesain untuk data
network dengan frequensi hingga 16Mhz dan lebih populer untuk protocol Ethernet dengan kecepatan data hingga 10 Mbps. Kabel UTP Cat3 menggunakan kawat-kawat tembaga 24-gauge dalam konfigurasi 4 pasang kawat yang dipilin (twisted-pair) yang dilindungi oleh insulasi. Cat3 merupakan kabel yang memiliki kemampuan terendah (jika dilihat dari perkembangan teknologi Ethernet), karena memang hanya mendukung jaringan 10BaseT saja. Seringnya, kabel jenis ini digunakan oleh jaringan IBM Token Ring yang berkecepatan 4 megabit per detik, sebagai pengganti Cat2.
Created by Fufud T.E
  • Kategori 4 : adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik
dibandingkan dengan kabel UTP Category 3 (Cat3), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara hingga kecepatan 16 megabit per detik, sehingga dapat digunakan untuk protocol 16 Mbps token ring (IBM) dengan kecepatan data hingga 20 Mbps. Kabel ini menggunakan kawat tembaga 22-gauge atau 24-gauge dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini dapat mendukung jaringan Ethernet 10BaseT, tapi seringnya digunakan pada jaringan IBM Token Ring 16 megabit per detik.
  • Kategori 5 : adalah kabel dengan kualitas transmisi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP kategory 4, yang didesain untuk mendukung komunikasi data serta suara pada kecepatan hingga 100 megabit per detik(100Mbps). Kabel ini menggunakan kawat tembaga dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) dan dilindungi oleh insulasi. Kabel ini telah distandardisasi oleh Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA). Kabel Cat5 dapat mendukung jaringan Ethernet (10BaseT), Fast Ethernet(100BaseT), hingga Gigabit Etheret (1000BaseT). Kabel ini adalah kabel paling populer, mengingat kabel serat optik yang lebih baik harganya hampir dua kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan kabel Cat5. Karena memiliki karakteristik kelistrikan yang lebih baik, kabel Cat5 adalah kabel yang disarankan untuk semua instalasi jaringan.
  • Kategori 5e: Frequensi dan kecepatan sama dengan cat-5 tetapi lebih support gigabyte ethernet network. Kabel kategori 5e disebut juga Enhanced Category 5, karena kabel ini merupakan versi perbaikan dari kabel UTP Cat5, yang menawarkan kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan Cat5 biasa. Kabel ini mampu mendukung frekuensi hingga 250 MHz, yang direkomendasikan untuk penggunaan dalam jaringan Gigabit Ethernet, meskipun menggunaan kabel UTP Category 6 lebih disarankan untuk mencapai kinerja tertinggi.


sumber :  http://fufud.wordpress.com/2008/07/28/kabel-utp/

Minggu, 22 April 2012

mengubah data dengan teknik encoding


TUGAS JARKOM PART 4

TENTUNKAN BINARY BERIKUT :
10110011100 KEDALAM TEKNIK ENKODING








Apa itu Kode ASCII


Apa itu Kode ASCII?
 ASCII (American Standard Code For Information Interchange) merupakan kode standar yang digunakan dalam pertukaran informasi pada Komputer.
Setiap simbol yang ada di keyboard memiliki kode ASCII. Sebagai contoh Huruf A memiliki kode ASCII 65; huruf a memiliki kode ASCII 97. Kode ASCII 65 dalam implementasinya diterjemahkan ke kode Biner. 65 = 01000001 97 = 01100001 Jumlah kode ASCII adalah 255 kode. Kode ASCII 0..127 merupakan kode ASCII untuk manipulasi teks; sedangkan kode ASCII 128..255 merupakan kode ASCII untuk manipulasi grafik.
Kode ASCII sendiri dapat dikelompokkan lagi kedalam beberapa bagian:
 -Kode yang tidak terlihat simbolnya seperti Kode 10(Line Feed), 13(Carriage Return), 8(Tab), 32(Space) -Kode yang terlihat simbolnya seperti abjad (A..Z), numerik (0..9), karakter khusus (~!@#$%^&*()_+?:”{})
-Kode yang tidak ada di keyboard namun dapat ditampilkan. Kode ini umumnya untuk kode-kode grafik. Dalam pengkodean kode ASCII memanfaatkan 8 bit. Pada saat ini kode ASCII telah tergantikan oleh kode UNICODE (Universal Code). UNICODE dalam pengkodeannya memanfaatkan 16 bit sehingga memungkinkan untuk menyimpan kode-kode lainnya seperti kode bahasa Jepang, Cina, Thailand dan sebagainya.

sumber :disiniiiiiii

data digital dan sinyal digital


Data digital merupakan data yang memiliki deretan nilai-nilai yang berlainan dan memiliki ciri-ciri tersendiri, salah satu contoh data digital adalah text, bilangan bulat dan karakter-karakter lain. Tetapi permasalahnya adalah bahwa data dalam bentuk karakter-karakter dapat dipahami manusia tersebut tidak dapat langsung ditransmisikan dengan mudah dalam system komunikasi, data terlebih dahulu dirubah ke dalam bentuk biner, jadi suatu data digital akan ditrasnmisikan dalam deretan bit.
 Sedangkan sinyal digital merupakan sinyal untuk menampilkan data digital, salah satu contohnya adalah suatu rangkaian voltase pulsa yang berbeda dan tidak terjadi secara terus menerus dapat memberikan sinyal digital melalui trasmiter digital

sumber :disini

teknik encoding


TEKNIK ENCODING
Modulasi adalah proses encoding sumber data dalam suatu sinyal carrier dengan
Frekuensi.

Empat kombinasi yang muncul dari komunikasi adalah:
· Data digital, sinyal digital
· Data analog, sinyal digital
· Data digital, sinyal analog
· Data analog, sinyal analog
Penjelasan tentang empat kombinasi pada komunikasi diatas, bisa dibaca di artikel yang ini

Sumber : copyfile materi jarkom