Floating

Share

Get This

Minggu, 17 Juni 2012

PERBEDAAN MEDIA TRANSMISI : 10 BASE2, 10 BASE5, 10 BASE-T, 100 BASE-T, 100 BASE-TX, 100 BASE-FX, 1000 BASE-CX



a.    10Base2
Kecepatan 10Mbps, teknologi baseband, panjang jaringan mencapai 185 meter. Dikenal sebagai thinnet dan dapat mendukung sampai tiga buah host dalam satu buah segmen. Menggunakan topologi bus baik secara fisik maupun logic dengan konektor AUI. Angka 10 berarti 10 Mbps, base berarti teknologi baseband dan angka 2 berarti hampir 200 meter. Kartu Ethernet 10Base2 menggunakan konektor BNC (British Naval Conector) dan konektor-T untuk koneksi jaringan.
b.    10Base5
Kecepatan 10Mbps, teknologi baseband, panjang mencapai 300 meter. Dikenal sebagai thicknet. Menggunakan topologi bus secara fisik dan logic dengan konektor-konektor AUI. Dapat mencapai 2500 meter dengan beberapa repeater dan bisa untuk 1024 pengguna untuk semua segmen.
c.    10BaseT
Kecepatan 10Mbps, menggunakan pengkabelan UTP kategori 3. Tidak seperti jaringan 10Base2 dan 10 Base5, setiap alat harus terkoneksi ke hub atau switch dan anda hanya bisa memiliki satu hub pada tiap segmen atau kabel. Menggunakan konektor RJ-45(konektor modular 8-pin) dengan topologi bintang secara fisik dan topologi bus secara logic
Kata ‘base’ dalam bagian di atas berarti baseband yang adalah sebuah metode pensinyalan untuk komunikasi di jaringan
Berikut ini adalah standart IEEE Ethernet 802.3 yang diperluas :
d.    100BaseT
100BaseT disebut juga fast ethernet atau 100BaseX adalah ethernet yang mempunyai kecepatan 100 Mbps. Ada beberapa tipe 100BaseT berdasarkan kabel yang dipakai yaitu :
1. 100BaseT4, memakai kabel UTP kategori 3,4 atau 5. Kabel yang dipakai empat pasang.
2. 100BaseTX, memakai kabel UTP kategori 5 dan kabel yang dipakai hanya dua pasang.
                  3. 100BaseFX memakai kabet serat optik.
 Pada 100BaseT yang menggunakan kabel. koaxial maksimum total panjang kabelnya dengan menggunakan hub Class II adalah 205 meter, dengan perincian 100 meter untuk panjang segmen dan 5 meter untuk hubungan hub ke hub. Sedangkan untuk 100BaseFX dengan menggunakan 2 repeater bisa mencapai 412 meter, dan panjang segmen dengan serat optik bisa mencapai 2000 meter.
e.    100BaseTX
Menggunakan pengkabelan EIA/TIA kategori 5,6,atau 7, kabel UTP dua pasang. Satu pengguna per segmen, mencapai panjang sekitar 100 meter. Ia menggunakan sebuah konektor RJ-45 dengan topologi bintang secara fisik dan topologi bus secara logic.
f.     100BaseFX
Menggunakan pengkabelan serat Optik, kabel 62.5/125-micron multimode fiber. Topologinya titik-ke titik (point to point); mencapai panjang 412 meter. Ia menggunakan konektor ST atau SC, yang merupakan konektor-konektor interface media.
g.    1000BaseCX
Menggunakan kabel tembaga twisted-pair yang disebut twinax (pasangan kabel koaksial) yang hanya bisa bekerja sampai 25 meter.

sumber :
http://blog.uad.ac.id/anto_eko/2008/12/18/perbedaan-media-transmisi-10-base2-10-base5-10-base-t-100-base-t-100-base-tx-100-base-fx-1000-base-cx/




thinnet,thicknet kabel UTP dan kabel STP


Apa itu Thinnet ????
apa itu Thicknet ????
Apa itu kabel UTP ????
Dan apa itu kabel STP ????
Yang belum tau, ada baiknya membaca mini artikel berikut ini hehehe

1. Thin Ethernet (Thinnet)
Thin Ethernet atau Thinnet memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan komponennya lebih mudah. Panjang kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 – 185 m dan maksimum 30 komputer terhubung.
2. Thick Ethernet (Thicknet)
Dengan thick Ethernet atau thicknet, jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam jaringan akan lebih banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar, tetapi biaya pengadaan pengkabelan ini lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit dibandingkan dengan Thinnet. Pada Thicknet digunakan transceiver untuk menghubungkan setiap komputer dengan sistem jaringan. Panjang kabel transceiver maksimum 50 m, panjang kabel Thick Ethernet maksimum 500 m dengan maksimum 100 transceiver terhubung.

 Shielded Twisted -Pair (STP)
Kabel STP mengkombinasikan teknik-teknik perlindungan dan antisipasi tekukan kabel. STP yang peruntukan bagi instalasi jaringan ethernet, memiliki resistansi atas interferensi elektromagnetik dan frekuensi radio tanpa perlu meningkatkan ukuran fisik kabel. Kabel Shielded Twister-Pair nyaris memiliki kelebihan dan kekurangan yang sama dengan kabel UTP. Satu hal keunggulan STP adalah jaminan proteksi jaringan dari interferensi-interferensi eksternal, sayangnya STP sedikit lebih mahal dibandingkan UTP.





Tidak seperti kabel coaxial, lapisan pelindung kabel STP bukan bagian dari sirkuit data, karena itu perlu diground pada setiap ujungnya. Pada prakteknya, melakukan ground STP memerlukan kejelian. Jika terjadi ketidaktepatan, dapat menjadi sumber masalah karena bisa menyebabkan pelindung bekerja sebagai layaknya sebuah antenna; menghisap sinyal-sinyal elektrik dari kawat-kawat dan sumber-sumber elektris lain disekitarnya. Kabel STP tidak dapat dipakai dengan jarak lebih jauh sebagaimana media-media lain (seperti kabel coaxial) tanpa bantuan device penguat (repeater).
·         Kecepatan dan keluaran: 10-100 Mbps
·         Biaya rata-rata per node: sedikit mahal dibadingkan UTP dan coaxial
·         Media dan ukuran konektor: medium
·         Panjang kabel maksimum yang diizinkan : 100m (pendek).



 Unshielded Twisted-Pair
Untuk UTP terdapat pula pembagian jenis yakni:
  • Category 1 : sifatnya mampu mentransmisikan data kecepatan rendah. Contoh: kabel telepon.
  • Category 2 : sifatnya mampu mentransmisikan data lebih cepat dibanding category 1. Dapat digunakan untuk transmisi digital dengan bandwidth hingga 4 MHz.
  • Category 3 : mampu mentransmisikan data hingga 16 MHz.
  • Category 4 : mamu mentransmisikan data hingga 20 MHz.
  • Category 5 : digunakan untuk transmisi data yang memerlukan bandwidth hingga 100 MHz. 

       


 




Secara fisik, kabel Unshielded Twisted-Pair terdiri atas empat pasang kawat medium. Setiap pasang dipisahkan oleh lapisan pelindung. Tipe kabel ini semata-mata mengandalkan efek konselasi yang diproduksi oleh pasangan-pasangan kawat, untuk membatasi degradasi sinyal. Seperti halnya STP, kabel UTP juga harus mengikuti rule yang benar terhadap beberapa banyak tekukan yang diizinkan perkaki kabel. UTP digunakan sebagai media networking dengan impedansi 100 Ohm. Hal ini berbeda dengan tipe pengkabelan twister-pair lainnya seperti pengkabelan untuk telepon. Karena UTP memiliki diameter eksternal 0,43 cm, ini menjadikannya mudah saat instalasi. UTP juga mensuport arsitektur-arsitektur jaringan pada umumnya sehingga menjadi sangat popular.

  • Kecepatan dan keluaran: 10 – 100 Mbps
  • Biaya rata-rata per node: murah
  • Media dan ukuran: kecil
  • Panjang kabel maksimum yang diizinkan : 100m (pendek). 
Kabel UTP memiliki banyak keunggulan. Selain mudah dipasang, ukurannya kecil, juga harganya lebih murah dibanding media lain. Kekurangan kabel UTP adalah rentang terhadap efek interferensi elektris yang berasal dari media atau perangkat-perangkat di sekelilingnya. Meski begitu, pada prakteknya para administrator jaringan banyak menggunakan kabel ini sebagai media yang efektif dan cukup diandalkan.


sumbert :
dan
http://hujan-senja311.blogspot.com/2011/07/style-definitions-table.html